Posted by Fahrizal | 0 comments

Tips dan Trik ketika umroh di mekah bersama wina tour

 

AGAR BELANJA MEMUASKAN

Berbelanja merupakan aktifitas utama kedua bagi jamaah umrah tanah suci. Belanja untuk kebutuhan
sendiri maupun untuk oleh oleh atau buah tangan bagi sanak famili dan kerabat di Tanah Air.
Cukup banyak pusat-pusat perbelanjaan yang tersedia di Makkah, Madinah maupun Jeddah. Selain toko-toko yang
buka terus sepanjang tahun. Tidak sedikit pula pedagang kaki lima dadakan yang mencoba meraih untung
dari kedatangan jamaah umroh.
Ada beberapa hal, yang bisa diperhatikan oleh Jamaah sebelum berbelanja berdasarkan pengalaman jamaah,
petugas dan beberapa laman.

BUATLAH PERENCANAAN BELANJA ANDA

Buatlah perencanaan belanja yaitu daftar barang yang diperlukan dan dibutuhkan. Hal ini agar tidak berlebihan dalam belanja dan bisa
disesuaikan dengan keuangan yang ada.
Jika ada barang-barang yang bisa dibeli di Tanah Air dan mungkin harganya lebih murah maka jamaah tidak perlu memaksakan diri, apalagi
kini sudah banyak toko oleh-oleh bernuansa tanah suci di Indonesia.
Banyak-baranglebih murah ( di Indonesia ), Kacang arab dan perlatan minum warna emas lebih murah di Surabaya,
Tanah Abang Jakarta atau Pasar Burung Makassar.

ATUR WAKTU TEPAT UNTUK TAWAF MALL

Jangan sampai kegiatan belanja–atau populer dengan candaan sebagai tawaf mall–justru mengganggu waktu ibadah. Untuk itu utamakan dulu
melakukan ibadah.
Ingat sesungguhnya tujuan utama anda berkunjung ke Tanah Suci yaitu untuk memanfaatkan waktu yang anda miliki untuk giat beribadah demi
ridho dari Allah SWT.

WAKTU YANG BISA DIPILIH :

– Usai ibadah dari masjidil Haram atau Masjid Nabawi
– Saat berziarah atau mengunjungi tempat bersejarah
– Setelah menuntaskan seluruh rukun umroh
– Saat transit di Jeddah menjelang kepulangan

JANGAN MALU DITERIAKI BAHIL OLEH PENJUAL

Sebelum membeli hendaknya melakukan survei beberapa toko untuk membandingkan harga, namun umunya untuk
barang-barang yang umum dibeli, harga tidak terlalu berbeda jauh.
Setelah ada barang yang diinginkan tidak ada salahnya menawar harga, apalagi jika ingin membeli barang dalam jumlah banyak karena biasanya diberikan
harga khusus.
Untuk Menawar barang tidak perlu khawatir karena sebagian besar penual atau penjaga toko di Tanah Suci mengerti bahasa Indonesia, bahkan tidak sedikit
penjaganya adalah warga Indonesia.
Namun, jika terlalu “kejam” menawar jangan heran jika pedagang mengatakan “Bahil..bahil..” atau “Pelit..pelit”.

LEBIH MURAH DI PUSAT PERBELANJAAN

Untuk memperoleh harga yang murah, tentu harus diketahui pusat-pusat perbelanjaan yang ada. Namun demikian, Jika Malas pergi Jauh, hampir di setiap
penginapan jamaah banyak terdapat penjual oleh-oleh haji dadakan yang harganya juga hampir sama dengan di pusat-pusat perbelanjaan.
Tapi di pusat perbelanjaan, variasinya lebih banyak :
– Di Makkah ada Pasar Zakfariah
– Di Jeddah ada Pasar Balad dan Bab Makkah
– Di Madinah ada Pasar Kurmadan pusat pertokoan di sejumlah basement hotel.

SIAPKAN UANG RIYAL

Tentu saja untuk berbelanja lebih nyaman jika menggunakan uang setempat. Selain bisa membawa dari Tanah Air maka jamaah juga bisa memiliki riyal
dengan cara :
1. Menukar uang rupiah maupun dolar menjadi riyal di “money changer” yang banyak tersedia di pusat perbelanjaan. Tentunya harganya bisa lebih mahal
dibanding di Tanah Air apalagi saat musim haji. Hal ini mungkin juga karena saat musim haji, permintaan terhadap riyal semkain tinggi.
2. Mengambil uang dari ATM bank setempat menggunakan kartu debet bank-bank Indonesia. Kartu debet dan kartu kredit bank Indonesia tentu saja bisa juga
digunakan di toko-toko yang sudah memasang alat untuk menerimanya. Hati-hati, lebih baik ditanya dulu apakah dikenakan biaya tambahan atau tidak.
Bahkan banyak toko yang juga mau menerima uang rupiah.
—————————————————————————————————————–
Assalamualaikum, Winatour Ada Promo Baru nih Promo Umroh MILAD Tour 10 Hari

Cuma $1575

Jadwal keberangkatan 5 Maret 2016
Buruan Pesan, Tempat Terbatas!!
Kontak Kami di :
Mobile : 087887161062 / 081808815712
Phone : 021 53 666 368 – 021 53 666 369
Fax : 021 53 666 370
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

Tips menjaga kondisi di tanah suci dari dehidrasi



Salah satu gangguan kesehatan yang sering menimpa dan cukup berbahaya bagi jamaah umroh di tanah suci yakni Dehidrasi. Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh dan dangguan dalam keseimbangan cairan pada tubuh manusia.

Dehidrasi disebabkan karena pengeluaran cairan lebih banyak dari pada yang masuk, gangguan keseimbagan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh, sedangkan elektrolit memiliki peranan yang cukup penting bagi tubuh kita
Beberapa penyebab penyebab dehidrasi pada jamaah umroh :

Suhu dan cuaca di Makkah dan Madinah cukup tinggi bisa mencapai 50 derajat celcius terkhusus umroh bulan Maret, umroh bulan April, umroh bulan Mei, hingga musim Haji. Demikian juga rendahnya kelembaban di tanah suci sehingga jamaah rentan terkena Dehidrasi
Aktifitas fisik yang cukup menyita energi dan membuat keringat selama ibadah Umroh atau Haji. Dan beberapa jamaah umroh tidak mengindahkan kesehatan yang terpenting bisa beribadah, rasa haus tidak diperdulikan dan kelelahan tetap dipaksakan
Banyak diantara jamaah umroh yang malas untuk pergi minum air zam-zam karena suatu hal, misal nya sudah mendapatkan tempat yang ideal dan bagus untuk sholat, dan malas untuk membawa botol minum sebagai persedian selama melaksanakan ritual umroh, sedangkan jamaah umroh berdesak-desakan untuk mencapai posisi posisi yang bagus di depan Ka’bah
Perjalanan dan jarak yang cukup lumayan jauh dari Hotel menuju pelataran Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, terkadang Hotel di Makkah ada yang bisa mencapai 700meter sampai 1 kilo bahkan lebih (untuk yang paket hemat)
Pada saat ritual Umroh yaitu melaksanakan Thowaf 7 putaran dan Sa’I antara bukit Shofa dan Marwa sebanyak 7 X banyak dari jamaah umroh agar tidak ketinggalan dengan teman-teman serombongan sehingga rela tidak menyempatkan waktu untuk mengambil air zam-zam untuk di minum, padahal Thowaf dan Sa’I adalah ritual yang sangat membutuhkan energi dan rentan akan kehausan
Pada saat berdesakan ingin mencapai beberapa tempat atau lokasi yang dipercayai sebagai tempat dikabulkannya do’a seperti menuju Hajar Aswad, Multazam, Roudhoh, Sholat di Hijir Ismail. Tempat-tempat tersebut selalu menjadi favorit para peserta umroh untuk saling berlomba-lomba dapat berdoa atau melaksanakan serangkaian ibadah lainnya.
City tour merupakan program perjalanan ziarah ke tempat-tempat yang mempunyai nilai plus dimata para jamaah umroh, biasanya jamaah umroh mengunjungi tempat bersejarah misalnya : Jabal Uhud, Kebun Kurma, Jabal Magnet, Peternakan Onta, Percetakan Al-Qur’an, Muzdalifah, Mina, Masjid Ji’ronah dll. Tempat-tempat tersebut merupakan lokasi yang banyak dikunjungi oleh peserta umroh sehingga berpotensi bagi jamaah umroh terkena dehidrasi dikarenakan berdesakan dan cukup melelahkan sehingga membutuhkan tenaga yang sangat extra

Dehidrasi akan mengakibatkan banyak masalah dan gangguan bagi tubuh, seperti :

Gangguan dalam pembuangan toksin (racun) pada tubuh

1. Gangguan pengiriman nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh
2. Produksi energy berkurang
3. Pelumasan ke sendi-sendi tubuh berkurang

Gejala Dehidrasi :

1. Bibir dan Lidah kering bahkan pecah-pecah
2. Kulit kering
3. Sakit kepala ringan terkadang Vertigo
4. Kurang atau jarang buang air kecil
5. Air seni berwarna Kuning
6. Haus yang sangat menyiksa

Solusi agar tetap sehat dan fit saat di Makkah dan Madinah

1. Selalul membawa air minum dalam kemasan/botol, lebih diutamakan air zam-zam yang diambil dari Masjid Nabawy atau Masjidil Haram
2. Minum air yang banyak pada saat dibutuhkan
3. Jangan menunda untuk minum dan bersegeralah
4. Minum Vitamin yang membuat kondisi tubuh menjadi fit
5. Tepat waktu pada saat jam makan
6. Sebelum berangkat umroh konsultasi dengan dokter tentang penyakit dan obat-obatan yang harus dibawa ke tanah suci

Semoga Tips ini bisa bermanfaat untuk para calon tamu Allah yang ingin selalu sehat dalam memperbanyak ibadah

Assalamualaikum Wr.Wb.
Syiar Baitullah

Umroh Murah Bulan Desember 2015
TERBTAS HANYA 30 Orang Pertama - GRATIS VOUCHER Rp1.000.000

Seat terbatas
Harga Paket Rp.22.625.000 (1 dollar Rp13.500)
Hotel Makkah : Karam Deyafah, Madinah : Mayda An Nadwa
Pesawat : Citylink
Makan 3X Menu Indonesia
Muthowif berpengalaman

Info detail silahkan hub :
Maulana Ibrahim
PT WISATA ANUGERAH ABADI (Wina tour)
TLP. 53 666 370
HP.0878 8716 1062
PIN BB. 58714ED4


PT Wisata Anugerah Abadi (Wina tour)
Jl. Palmerah Utara No.49C, Slipi – Jakarta Pusat
Hubungi : Maulana Ibrahim
021-53 666 370 / 08788 7161 062
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

Tata Cara Pelaksanaan Umrah


Pertama:
Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.
Kedua:
Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.
Ketiga:
Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
Keempat:
Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan,
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).
Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallalul dan tidak wajib membayar dam(menyembelih seekor kambing).
Kelima:
Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.
Keenam:
Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
Ketujuh:
Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.
Kedelapan:
Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).[1]
Kesembilan:
Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.
Kesepuluh:
Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.
Kesebelas:
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.
Keduabelas:
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)
Ketigabelas:
Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. 12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.
Keempatbelas:
Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca,
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).
Kelimabelas:
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3]
Keenambelas:
Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya.
Ketujuhbelas:
Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

SA’I UMRAH
Kedelapanbelas:
Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).
Lalu mengucapan,
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Nabda-u bimaa bada-allah bih”.
Kesembilanbelas:
Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”[4]
Keduapuluh:
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
Keduapuluhsatu:
Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.
Keduapuluhdua:
Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
Keduapuluhtiga:
Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.
Keduapuluhempat:
Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.
Keduapuluhlima:
Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.
Keduapuluhenam:
Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Keduapuluhtujuh:
Jika membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
Keduapuluhdelapan:
Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
Keduapuluhsembilan:
Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah”, penulis Abu Abdillah, terbitan Darul Falah.

Preparing one day before umroh, 4 Dzulqo’dah 1431 H, in King Saud University, Riyadh, KSA
Muhammad Abduh Tuasikal

[1] Do’a masuk masjid dan keluar masjid sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rohmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu).” (HR. Muslim no. 713)
[2] Yang dimaksud Maqam Ibrahim, yaitu tempat berdiri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika membangun Ka’bah, bukan kuburan beliau. Shalat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisinya memungkinkan. Adapun jika tidak memungkinkan karena dipadati oleh orang-orang yan thawaf atau yang mengerjakan shalat, maka boleh shalat di tempat mana pun di dalam Masjidil Haram.
[3] Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,
فجعل المقام بينه وبين البيت [ فصلى ركعتين : هق حم ] فكان يقرأ في الركعتين : ( قل هو الله أحد ) و ( قل يا أيها الكافرون ) ( وفي رواية : ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد
Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)
[4] HR. Muslim no. 1218.
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

Pantai Pok Tunggal Gunungkidul, Sebuah Destinasi di Jogja yang Disukai


Keberadaan Pantai Pok Tunggal Gunungkidul menawarkan salah satu keindahan panorama laut dari sekian banyak wisata pantai di Gunungkidul, seperti Pantai Indrayanti, Pantai Baron, dan Pantai Jogan.
Jika Pantai Jogan indentik dengan keajaiban air terjunnya, maka Pantai Pok Tunggal merupakan wisata pantai yang ikonik di mana terdapat satu batang pohon Duras yang tumbuh rindang tepat di bibir pantai dan menjadi ikon Pantai Pok Tunggal tersebut.
Pesona keindahan puluhan pantai yang membentang sepanjang pesisir Gunungkidul Yogyakarta seolah menjadi surga tersembunyi di balik gugusan perbukitan kapur yang selama ini identik dengan kawasan Gunungkidul.
Perjalanan dari pusat kota Yogyakarta ke Pantai Pok Tunggal Gunungkidul terbilang cukup mendebarkan, terutama setelah melewati Kota Wonosari menuju lokasi pantai.
Pada 2 kilometer terakhir menjelang lokasi, jalanan cukup sulit, sempit, lebih banyak kelokan, bahkan cenderung terjal. Sesekali adrenalin akan terpacu saat melintasi jalanan menikung tajam dengan bongkahan karang besar menjorok tepat di atas kepala. Sungguh pemandangan yang terlihat masih sangat alami.
Mitos Pohon Duras di Pantai Pok Tunggal
Anda memang akan melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan agar dapat tiba di Pantai Pok Tunggal ini. Tetapi ketahuilah bahwa rasa penat dan lelah seolah terbayar tuntas dengan keelokan pemandangan sejauh mata memandang horizon di kawasan wisata Gunungkidul yang satu ini.
Luasnya hamparan pasir putih yang sesekali disapu ombak biru menghempas tenang seperti penawar rasa lelah yang mujarab yang kemudian membawa kita larut dalam suasana yang begitu damai. Jauhnya jarak tempuh, jalanan yang terjal dan berkelok seketika akan terlupakan dan dalam sekejap mengisi keceriaan di hati tatkala menikmati panorama pantai.
Tepat di tepi pantai berdiri kokoh sebatang pohon Duras yang kemudian menjadi ikon wisata Pantai Pok Tunggal Gunungkidul ini. Inilah satu-satunya pohon (pohon tunggal) yang konon menginspirasi pemberian nama pantai ini menjadi Pok Tunggal, yang artinya �Pohon Tunggal�. Pohon Duras terbilang rindang, namun menurut masyarakat setempat konon pohon ini sangat sulit tumbuh.
Oleh sebab itu ketika pohon tumbuh subur, maka keberadaannya sangat dijaga oleh masyarakat lokal. Kesuburan pohon Duras tersebut dipercaya menjadi lambang kemakmuran penduduk setempat. Jadi, Anda tidak boleh coba-coba memanjat pohon tersebut sebab pasti akan mendapat teguran keras dari penduduk sekitar yang mengawasinya.
Alamat Pantai Pok Tunggal: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta
Tebing Tinggi di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul
Pesona Pantai Pok Tunggal Gunungkidul sesungguhnya lebih terletak pada tebing-tebing tinggi yang berbaris sejajar dan terlihat kokoh membentengi pantai dari dunia luar. Tebing yang berdiri tegak lurus dengan ketinggian mencapai 50 meter ini sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi arena panjat tebing.
Di antara tebing-tebing yang tersebar di sekeliling Pantai Pok Tunggal, Anda masih dapat menjumpai berbagai primata liar yang hidup di sana. Beberapa di antaranya adalah sekelompok monyet liar yang sesekali terlihat melompat di antara tebing pada arah timur pantai tersebut.
Di Pantai Pok Tunggal juga terdapat sebuah mata air tawar. Mata air ini kemungkinan bersumber dari aliran sungai bawah tanah yang memang menjadi ciri khas kawasan bukit karst. Mata air ini kemudian dimanfaatkan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya yang membuka warung makan di area pantai serta untuk keperluan kamar mandi umum yang merupakan hasil swadaya penduduk lokal.
Sunset di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul
Inilah momen yang paling dicari banyak kalangan penikmat perjalanan, yakni sunset di Pantai Pok Tunggal Gunungkidul. Adalah sebuah hal yang terasa kurang jikalau Anda sampai melewatkan momen menikmati matahari terbenam di pantai Jogja yang satu ini.
Selain itu, di kawasan pantai juga cocok dijadikan sebagai tempat untuk camping atau berkemah. Hal ini rasanya akan menjadi pengalaman berkesan dengan menghabiskan malam di tenda sambil menikmati sapuan angin malam yang diselingi debur ombak. Bahkan, tersedia juga rental tenda dome yang disediakan penduduk lokal bagi Anda yang memang ingin bermalam di kawasan Pantai Pok Tunggal ini.
Jika Anda bermaksud untuk pulang selepas menikmati sunset di sana, maka Anda harus ekstra hati-hati sebab jalanan yang harus dilalui sungguh sangat minim lampu penerangan. Jalanan sempit, terjal, berkelok, dan berbatu adalah resiko bahaya yang harus Anda pikul.
Pantai Pok Tunggal Gunungkidul sejatinya adalah objek wisata pantai yang masih dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah destinasi wisata yang populer mengingat keindahan panoramanya yang menarik. Beberapa hal fundamental yang perlu dihadirkan dengan lebih baik, misalnya penambahan lampu penerangan, penginapan, atau restoran. Pantai yang terletak pada posisi di antara Pantai Indrayanti dan Pantai Siung adalah salah satu dari deretan wisata pantai di Gunungkidul yang menawarkan sejuta pesona bagi siapapun yang mengunjunginya.
Rute Perjalanan ke Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal Gunungkidul terletak di Kecamatan Tepus. Anda akan membutuhkan waktu perjalanan selama sekitar 2.5 jam dari pusat kota Yogyakarta untuk dapat tiba di lokasi pantai ini.
Berikut ini adalah rute perjalanan ke lokasi oantai dari pusat kota Yogyakarta:

Yogyakarta >> Imogiri >> Panggang >> Jln. Saptosari >> Tepus >> (ikuti arah ke Pantai Baron) >> Sebelum pertigaan Pantai Baron belok kiri arah Pantai Indrayanti >> Sampai pertigaan Kawasan Pantai Indrayanti belok kiri (ikuti jalan beraspal) >> Pos Retribusi >> lihat papan nama dan petunjuk arah �PANTAI POK TUNGGAL� >> ikuti jalan Cor Blok (jalan batu) >> Pantai Pok Tunggal (lihat Pohon Duras sisi kanan jalan masuk)
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

Pantai Jogan Gunungkidul, Keunikan Air Terjun yang Mempesona



Perlu diketahui bahwa di antara puluhan wisata pantai di Yogyakarta, Pantai Jogan Gunungkidul merupakan satu-satunya pantai yang paling unik. Dengan kata lain, ada sebuah keistimewaan dari pantai ini yang tidak dimiliki oleh sederet pantai yang membentang di pesisir Gunungkidul ataupun daerah lain di Yogyakarta.

Bagaimana tidak, di Pantai Jogan Anda dapat menemukan aliran air terjun yang tepat berada di bibir laut yang mungkin tidak akan dapat dijumpai di daerah manapun di Indonesia.
Adalah pesona yang mengundang decak kagum ketika Anda menyaksikan satu karya alam dimana air terjun jatuh ke bibir laut dari balik bukit karst yang tersembunyi.
Mengunjungi sejumlah obyek wisata di Yogyakarta akan menorehkan kisah perjalanan yang berkesan kuat. Bukan hanya destinasi yang erat kaitannya dengan budaya dan peninggalan sejarah, kekayaan Yogyakarta akan wisata pantai adalah cerita tersendiri kala Anda mengunjungi pantai-pantai indah yang ada di sana.
Mulai dari Pantai Parangtritis hingga menikmati panorama indah di Pantai Indrayanti, Pantai Baron, dan termasuk Pantai Jogan Gunungkidul ini. Untuk dapat masuk, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Pantai Jogan sebesar Rp 5 ribu per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan untuk roda dua atau roda empat dan bis.
Alamat Pantai Jogan: Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Jogan Gunungkidul
Posisi Pantai Jogan boleh dikatakan mirip dengan peraduan di mana keberadaannya diapit oleh perbukitan kapur dengan ciri khas tebing-tebing yang tinggi. Ketinggian air terjun yang jatuh dari tebing menuju bibir laut sejenak akan mengingatkan kita pada panorama indah McWay Beach Waterfall di California.
Beberapa tahun lalu, keindahan Pantai Jogan Gunungkidul ini belum begitu terekspos sehingga tak banyak wisatawan asing maupun lokal yang datang ke tempat ini. Lokasi Pantai Jogan sendiri tepat berada di arah barat dari Pantai Siung Gunungkidul. Pantai Siung juga terkenal, terutama bagi para penikmat eksibisi, karena tebing-tebingnya yang tinggi adalah surga bagi para pemanjat.

Setelah melewati jalan beraspal dan tiba di kawasan wisata pantai ini, Anda akan melewati jalan setapak dengan dua buah sungai kecil di sisi kiri yang nantinya akan menyatu membentuk air terjun. Namun sayang, keindahan air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul ini sesungguhnya paling menarik tatkala disaksikan di musim penghujan. Saat musim kemarau, debit air terbilang sangat rendah selain pula aliran airnya dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat lokal.
Jika Anda ingin merasakan nikmatnya guyuran air terjun dari atas tebing, Anda harus turun mengikuti jalan setapak. Harap menjaga kehati-hatian sebab jalan biasanya cukup licin karena selalu basah. Anda dapat menggunakan kayu-kayu pegangan yang telah disediakan untuk menopang tubuh.

Setelah batuan curam dan licin terlewati, Anda masih harus melewati batuan karang yang penuh dengan anak kepiting dengan warnanya yang transparan. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, sebab anak kepiting ini bukanlah dari koloni kepiting merah berbahaya sebagaimana yang menghuni Christmas Island di Australia. Umumnya, penduduk lokal gemar mengambil anak kepiting tersebut untuk dimasak menjadi lauk saat musim hujan tiba.
Selain itu, masih ada ada cara lain untuk menuruni tebing, yakni dengan tehnik Canyoning (rappeling) air terjun. Hanya saja, Anda harus menggunakan peralatan yang cukup dan memiliki kemampuan yang memadai. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan ratusan kupu-kupu liar yang bermain-main di bebatuan yang kering.
Setelah menuruni jalanan yang licin dan curam serta ribuan anak kepiting liar yang menghuni batuan karang, Anda akan dapat menikmati keajaiban Pantai Jogan Gunungkidul yang menawan.
Sejauh mata memandang horizon di depan, langit senja di atas Samudera Hindia sungguh terlihat menakjubkan dan Anda dapat menjadi saksi eloknya Poseidon menghempas gululungan ombak dan melemparnya ke pantai. Sementara di belakang sana, gemuruh suara air terjun seolah mendendangkan orkestra alam yang menaikkan puji-pujian atas mahakarya Sang Pencipta.
Suara air terjun ini terdengar bergemuruh di telinga, tetapi inilah momen terbaik di mana Anda dapat menikmati percikan airnya sebelum akhirnya menyatu di laut. Keindahan alam yang mempesona serta panorama langit yang begitu indah adalah suguhan yang dapat Anda nikmati di kawasan wisata Pantai Jogan Gunungkidul ini, seolah membantah anggapan bahwa Kabupaten Gunungkidul adalah wilayah yang gersang.

Rute Perjalanan ke Pantai Jogan Gunungkidul
Pantai Jogan Gunungkidul terletak di Desa Purwodadi atau berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda memerlukan waktu perjalanan sekitar 2 jam untuk dapat tiba di lokasi Pantai Jogan ini. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau motor dan menyusuri jalanan aspal yang terbilang mulus. Namun, perlu berhati-hari sebab jalanan berkelok-kelok. Ketika Anda telah tiba di Pos Retribusi Pantai Siung, itu artinya perjalanan Anda tinggal 400 meter lagi untuk dapat sampai di Pantai Jogan. Anda dapat mengikuti petunjuk arah yang tersedia di kawasan tersebut.

Jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, maka Anda dapat berangkat dari terminal Giwangan Yogyakarta dengan mengambil bis jurusan Wonosari, selanjutnya berganti angkutan yang akan mengantarkan Anda menuju Desa Tepus atau arah Pantai Siung.
Read more...